h1

Semangat hidup tak boleh padam!!

Januari 10, 2011

Di sebuah kota kecil di kalimantan, tinggallah seorang anak perempuan yang bernama Fransiska. Dia gemar dengan dunia seni, di setiap pertandingan dia tidak pernah menjadi yang terbaik. Akan tetapi ibunya selalu hadir di setiap perlombaan itu untuk memberikan semangat terhadap dirinya. Kehidupan Kristina, ibunya Fransiska, sangatlah tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya setelah mereka selesai sekolah.

 

Kehidupan mereka sangat bahagia dengan anaknya dan seperti cerita di dalam buku-buku roman.Namun ,keadaan itu tidak berlangsung lama sampai usia Fransiska 11th.Suami Kristina meninggal karena terjadinya kecelakaan yg tragis. 

” Aku tidak akan menikah lagi”, kata Kristina kepada anaknya.” Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti Dia”. “Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya.” 

Kristina sangat bersyukur bahwa dia tidak sendirian masih ada anaknya yang sangat mencitai dia. Dan selalu memberikan dukungan kepada anaknya sehingga anaknya selalu bersikap optimis. setelah Fransiska kehilangan sesosok seorang ayah, ibunya selalu mejadi ayah bagi Fransiska. 

Pertandingan demi pertandingan, Kristina selalu datang memberikan dukungan kepada anaknya agar Fransiska semangat dalam setiap perlombaan. Suatu hari Fransiska datang keperlombaan seorang diri tanpa di temani ibunya . “Dia berkata kepada juri pertandingan itu ” : “Bisakah aku tampil yang pertama dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?” Dengan pertimbangan para juri tersebut mempersilahkan Fransiska untuk tampil yang pertama di ajang perlombaan itu. walaupun dengan suara yang tidak bagus. para juri gakum dengan kegigihan dan sportivitas Fransiska tersebut, dan Fransiska berlatih extra keras dalam beberapa hari ini. Hati Fransiska bergetar saat tampil dan Ia pun berhasil memenangkan perlombaab itu. 

Tentu saja para juri sangat kagum melihatnya. Mereka belum pernah melihat Fransiska bernyanyi sebaik itu. Setelah perlombaan , juri tersebut menarik Fransika ke pinggir. “Pertandingan yang sangat mengagumkan,” katanya kepada Luke. “Aku tidak pernah melihatmu bernyanyi sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?” 

Fransiska tersenyum dan juri itu melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Fransiska menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata “Pak, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan . Ibuku sangat sedih. Minggu lalu,…… Ibuku meninggal.” Fransika kembali menangis. 

Kemudian Fransiska menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata. “Hari ini,…….hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada perlombaan ini untuk bersama-sama melihatku bernyanyi. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka…….”. Fransiska kembali menangis terisak-isak. 

Sang juri sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Fransiska tampil sebagai peserta yang utama hari ini. Sang juri yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Fransiska yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang juri tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang juri, tetapi sebagai seorang anak….. Sang juri sangat tergugah dengan cerita Fransiska, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Fransiska. 

Bahkan seorang anak berusia 11 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya………… Fransiska baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya…….. 

Sang juri sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya……………

 

Kiriman dari Fransiska Vini (from discussion board)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: