h1

PoLa CinTa

Januari 4, 2011

Setiap tahun di hari Natal, Service Club kami mengajak anak-anak dari keluarga yang kurang mampu di kota kami untuk berjalan-jalan dan berbelanja seharian.

Pada hari itu, aku mengajak Timmy dan Billy yang ayahnya baru saja berhenti bekerja. Setelah memberi mereka uang saku masing-masing $4.00, kami memulai perjalanan ini.

Di setiap toko yang kami lalui, aku memberikan saranku, tapi mereka selalu dengan tegas menggelengkan kepalanya, “Tidak”.
Akhirnya aku bertanya, “Kemana sebaiknya kita pergi?”

“Mari kita pergi ke toko sepatu, Pak”, jawab Timmy. “Kami mencari sepasang sepatu untuk ayah, supaya dia dapat kembali bekerja”.
Di toko sepatu, pegawainya menanyakan apa yang anak-anak itu inginkan.

Sambil mengeluarkan secarik kertas coklat, mereka berkata, “Kami menginginkan sepatu kerja yang cocok ukurannya dengan kaki ini”.
Billy menjelaskan bahwa itu adalah pola kaki ayah mereka. Mereka menggambarnya kala ayah mereka tertidur di kursi.

Pegawai toko itu memegang kertas tersebut dan mengambil pengukur, seraya beranjak ke dalam. Tak lama kemudian ia kembali dengan sebuah kotak terbuka.
“Apakah yang ini cocok?” dia bertanya.
Timmy dan Billy memegang sepatu itu dengan antusias sekali.
“Berapa harganya?” tanya Billy.
Timmy melihat label harga pada kotak tersebut.

“Harganya $16.95″, katanya dengan terkejut. “Kita hanya punya $8.00″.

Aku memandang pegawai itu dan sambil berdehem dia berkata, “Itu harga normal, tapi khusus hari ini saja sedang ada obral. Harganya hanya $3.98″

Kemudian dengan gembira membawa sepatu di tangan, kedua bocah itu membelikan hadiah untuk ibu dan kedua saudara perempuan mereka. Mereka tidak memikirkan sama sekali keinginan mereka.

Sehari setelah Natal, ayah kedua anak laki-laki itu menemuiku di jalan. Kakinya mengenakan sepatu baru. Tampak rasa syukur dan terimakasih di matanya.

“Saya sangat berterima kasih pada Tuhan untuk orang-orang yang peduli”, katanya.

“Dan saya berterima kasih pada Tuhan untuk kedua putra anda,” jawabku. “Mereka telah mengajariku lebih banyak tentang Natal dalam satu hari dibanding yang telah aku pelajari sepanjang hidupku.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: